Senin, 27 Februari 2017

Mari Ketahui Apa Itu Web Dinamis dan Web Statis!


Website sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak terpisahkan saat ini. Sebuah website kini berperan sebagai pintu dan jembatan bagi banyak user untuk mengetahui sejauh mana kredibilitas dan informasi yang dimiliki suatu lembaga, organisasi bahkan perusahaan yang memiliki brand tertentu.

Berbicara tentang website tentu saja tampilan antara website yang satu dengan yang lainnya tidaklah sama, terdapat perbedaa yang sangat mencolok diantara semuanya dan inilah yang menjadikan website-website tersebut sangat unik dan menarik untuk diakses.



Diantara semua website yang ada saat ini, tahukah Anda bahwa di dunia ada 2 jenis web yang perlu anda ketahui. Yang pertama adalah Web dinamis, dan yang kedua Web statis. Tentu saja kedua jenis website ini berbeda, dan faktanya bahwa kedua jenis website inilah yang paling banyak digunakan khususnya untuk kepentingan komersil.

Jika dilihat sepintas dari namanya, web dinamis adalah web yang berubah-rubah/bergerak. Sedangkan web statis adalah web yang diam alias tidak berubah. Ya, memang benar adanya bahwa hal diatas sangat berlaku pada dua jenis website ini. Namun, apa sih perbedaan yang paling menonjol diantara web dinamis dan web statis?

Web Dinamis adalah web yang isinya selalu berubah-ubah atau berganti tiap waktu. Misalnya adalah Blog, Toko online, dan sebagainya. Sebuah web dinamis dirancang dengan menggunakan berbagai bahasa pemrograman web, baik itu jenis Client side script ataupun Server side script.


Bahasa pemrograman dari sisi server yang paling sering digunakan adalah PHP (Hypertext Preprocessor) yang fungsinya adalah untuk menginput, mengedit, mengambil dan mengolah data dari database untuk ditampilkan di halaman websitenya. Sedangkan bahasa pemrograman dari sisi client-nya adalaha HTML dan Javascript/Jquery.

Sedangkan Web Statis adalah kebalikan dari web dinamis. Web statis adalah web yang isinya tetap dan tidak pernah berubah. Saat ini, keberadaan web statis sudah sangat-sangat jarang. Web statis dirancang hanya dengan kode HTML, CSS dan atau dengan gambar. Isi dari web statis langsung dimasukkan kedalam kode html atau langsung kedalam gambar. Untuk membuat web statis, anda tidak perlu mengerti bahasa pemrograman untuk mengolah data seperti PHP. Hal ini karena web statis tidak ada hubungannya dengan Database.


Membicarakan tentang web dinamis dan web statis memang sangat menarik, karena kedua jenis website ini memiliki kekurangan dan kelebihan sendiri. Namun, yang paling menarik adalah, dilansir situs jasa desain company profile, bahwa penggunaan dua jenis website ini sangat luar biasa dan sudah berkembang seiring berjalan nya waktu. Jadi, jenis website mana yang Anda pilih, apakah Web Dinamis atau Web Statis?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar