Senin, 20 Februari 2017

Tips Kreatif Caranya Membangun Portofolio Desain


Kata siapa desainer grafis pemula sulit untuk mendapatkan klien, project, atau di-hire perusahaan? Belum pernah menangani klien bukan berarti Anda tidak bisa mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar atau mendapatkan project freelance. Semua itu tentu akan terjadi jika Anda memiliki portofolio desain yang menarik.


Di industri kreatif, yang terpenting adalah portfolio. Ia ibarat wajah dari seorang desainer grafis yang dapat merepresentasikan gaya, skill dan keterampilannya di bidang desain. Calon klien kemungkinan besar tidak menanyakan berapa IPK Anda selama kuliah, tapi melihat apakah portfolio design Anda sesuai standar yang mereka inginkan atau tidak.

Tapi, bagaimana caranya seorang desainer grafis memiliki portofolio desain yang bagus apabila ia belum pernah menangani real project dari klien selama ini? So easy, berikut beberapa tips yang mungkin bisa membantu Anda.


Desain Fiktif

Meski yang dikerjakan adalah proyek fiktif, tapi hasil desain yang Anda buat nyata, bukan? Karena itulah, sah-sah saja untuk menampilkan desain fiktif Anda pada portfolio design karena itu juga bisa menjadi nilai jual Anda di mata klien.

Desain fiktif tersebut misalnya, proyek-proyek yang ditugaskan semasa kuliah, atau hasil retouch logo atau company profile perusahaan yang Anda buat. Tak masalah meski proyeknya fiktif, karena yang ingin dilihat klien adalah cerminan seberapa kreatif Anda dari desain-desain tersebut, bukan seberapa sering Anda sudah mengerjakan project dari klien-klien.

Hasil Latihan Software

Sebelum mahir menggunakan software tertentu, Anda pasti sering latihan terlebih dahulu dengan mencoba-coba sendiri atau mengikuti suatu tutorial tertentu kan? Nah, hasil jadi uji coba Anda itu juga bisa Anda tambahkan ke dalam portfolio design Anda lho. Tapi berhati-hatilah dengan hal ini karena Anda harus memilih yang terbaik dari yang terbaik, jangan sampai hasil coba-coba Anda tersebut malah merusak image bagus dari karya-karya yang lain dalam portfolio Anda.

Proyek Pribadi

Sebelum Anda memutuskan untuk bekerja atau berkecimpung dalam jasa desain company profile, mungkin Anda pernah membuat beberapa desain untuk dirimu sendiri atau orang-orang di sekitar Anda. Misalnya desain kartu nama ayah Anda, desain logo untuk bisnis kecil-kecilan Anda dan temanmu, desain brosur event kampusmu, dan sebagainya. Desain-desain tersebut bisa Anda masukkan ke portfolio designmu.


Nah, itulah dia beberapa tips dalam membangun karya portofolio desain grafis meskipun Anda sendiri belum memiliki pengalaman sekalipun dalam mengelola project desain dari klien. Tips diatas tentu saja berguna bagi Anda para desainer pemula yang baru merintis karir sebagai seorang desain grafis.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar