Senin, 13 Maret 2017

Desainer Grafis Dibenci? Mungkin 9 Alasan Ini Penyebabnya


Entah mengapa, hidup sebagai desainer di masyarakat ternyata tak semudah yang Anda kira. Meskipun desainer grafis layak untuk di pacari, tetapi dalam beberapa alasan mereka juga tidak dipungkiri bisa di benci oleh siapapun karena desainer juga sama seperti yang lainnya memiliki stigma negatif yang kadang disematkan dari mereka yang sudah bersentuhan langsung dengan desainer grafis.



Sesuai dengan keterangan Javie Palalay dari Spyralitics, pembuat infografis dibawah ini, pada CreativeBloq.com, disadari atau tidak, pekerjaan sebagai desainer telah merubah pola pikir dan sikap desainer grafis terhadap apapun di dunia ini. Beberapa mungkin bagus, namun tak sedikit juga orang lain yang membenci perubahan tersebut.

Bagi Anda mungkin ingin mencocokan apakah benar hal-hal dibawah ini bisa membuat desainer menjadi dibenci, silahkan simak potongan infografis berikut ini.

1. Pernahkah Anda tergoda untuk membeli barang yang dikemas dengan sangat menarik, meskipun Anda tidak membutuhkannya? Desainer bisa menjadi seseorang yang sangat boros gara-gara hal ini. Saat sudah merasa dimanjakan secara visual, desainer bisa lupa diri dan mengesampingkan sisi fungsional dari sebuah barang dan membelinya bukan hanya satu tetapi banyak hanya karena visualnya yang menarik.



2. Tidak semua makan malam romantis menyenangkan, terutama saat Anda bersantap di sebuah restoran yang memiliki desain buku menu yang tidak sedap dipandang. Rasa-rasanya, seorang desainer grafis sejati pasti ingin segera mendesain ulang menu tersebut sebelum menikmati santapan lezat di hadapannya.



3. Sudah menjadi kebiasaan, saat desainer dimanjakan secara visual, mereka pun bisa lupa diri. Dan font adalah salah satu kumpulan koleksi wajib desainer grafis. Kefanatikan desainer grafis terhadap font memang wajar karena itu kebutuhannya dalam mendesain, tapi jika sudah mencapai tahap fanatik sekali, maka itu tidaklah bagus untuk kondisi keuangan Anda.



4. Meskipun tidak semua mempraktekkannya, kecenderungan seorang desainer grafis untuk menyukai musik indie lebih besar karena kreativitas yang mereka tunjukkan lebih berwarna daripada musik produksi label mayor. Benarkah? Yup, mungkin bagi sebagian desainer grafis dan jasa penyedia jasa desain company profile pernah merasakannya.



5. Selera desain yang tinggi juga ditunjukkan para desainer grafis lewat akun media sosialnya. Seringkali, akun Instagram desainer grafis penuh dengan unggahan karya-karyanya. Tak heran apabila Anda merasa minder saat berkunjung ke laman mereka, apalagi jika Anda lebih suka mengunggah foto selfie yang kurang artistik.



6. Menyampaikan kritikan pedas masalah visual memang sudah menjadi kebiasaan wajib para desainer grafis. Mereka akan mengamati dengan seksama setiap media iklan yang mereka lihat. Kalau bagus, tentu mereka tak segan mengapresiasi, namun jangan kaget melihat sikap desainer grafis yang berubah 180 derajat apabila media iklan Anda tidak menarik secara visual.


7. Website adalah salah satu tolok ukur, apakah sebuah organisasi, merek dagang, atau seseorang sudah melek dan memposisikan desain pada tempat yang semestinya. Lagi-lagi, kebanyakan desainer grafis menilai sesuatu pertama kali dari visualisasinya, maka, desainlah website Anda seindah dan sefungsional mungkin.



8. Saat membahas tentang prinsip dan kualitas desain yang sederhana seperti ini, sebenarnya orang yang bukan desainer grafis pun akan marah. Jadi, wajar jika desainer selalu meminta foto High-Res, tapi klien yang memang tidak mengerti desain selalu melakukan hal yang sama, dan ini bisa membuat desainer cukup kesal.



9. Pepatah don't judge a book by its cover rasa-rasanya tidak mewakili desainer grafis sepenuhnya. Namun apabila Anda seorang penulis, Anda bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan cara meminta desainer grafis untuk mendesain sampul buku Anda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar