Minggu, 26 Maret 2017

Font, Si Penyelamat Dunia Yang Tak Terduga


Font merupakan sebuah bentuk, model dan ukuran huruf pada program atau software. Jika berbicara tentang Font, maka kita semua pastinya familiar dengan deretan huruf yang memperindah tulisan maupun gambar. Tahukah Anda jika kontribusi font tidak hanya itu saja?

Siapa yang akan menyangka jika font yang menurut situs Skystar Digital identik dengan huruf selain memperindah sebuah karya tulis maupun gambar bisa turut melestarikan lingkungan dan juga menghindarkan kita dari kerugian finansial?

Kita semua harus mulai sadar jika setiap goresan tinta hitam di atas kertas putih yang kita buat akan berdampak pada kelestarian lingkungan. Kertas itu sendiri saja dibuat dari serat kayu yang berasal dari pohon. Sudah jelas, semakin banyak kertas yang kita pakai, semakin banyak pula pohon yang ditebang untuk diolah kembali menjadi kertas.

Sekarang, dari milyaran ton dokumen yang sudah tercetak, pernahkah Anda membayangkan berapa banyak tinta yang sudah dihabiskan?


Di tengah ketidakseimbangan ekosistem alam akibat tingkah umat manusia dewasa ini, secercah cahaya datang menyinari kita. Adalah Suvir Mirchandani, remaja berusia 14 tahun yang membuat kita terhenyak dengan hasil penelitiannya. Seperti dilansir oleh CNN, ia menyingkap kekuatan font yang tak pernah kita kira sebelumnya.

Proyek Suvir yang fenomenal ini bermula ketika keinginannya untuk mengurangi pemakaian kertas dan menghemat dana sekolahnya di Pittsburg Middle School timbul . Pertama-tama, ia mencoba mengukur berapa banyak tinta yang dibutuhkan untuk membuat kata dengan typeface yang berbeda: Garamond, Times New Roman, Century Gothic dan Comic Sans menggunakan APFill® Ink Coverage Software. Kemudian, ia mencetak tiap huruf yang diciptakan dari keempat typeface di atas pada kertas cardstock dan menimbang beratnya. Suvir akhirnya dapat menarik kesimpulan bahwa huruf yang dibuat dengan Garamond dapat mengurangi konsumsi tinta untuk pembuatan handout sebanyak 24% sekaligus menghemat pengeluaran sekolahnya sebesar $21,000.

Namun, tidak semua pihak mendukung penelitian Suvir. Riset yang dinilai sangat baik oleh Journal for Emerging Investigators (JEI) tersebut, dinilai tidak valid oleh John Browlee. Garamond, menurut John, tidak memiliki proporsi huruf yang sama; proporsi Garamond bahkan 15% lebih kecil daripada proporsi rata-rata tiga typeface di riset Suvir lainnya. Hal ini menyebabkan tingkat legibilitas Garamond (dalam ukuran yang sama) lebih rendah jika dibandingkan dengan Times New Roman, Century Gothic dan Comic Sans.


Mau tidak mau, kita semua selayaknya melibatkan diri dalam proses penyelamatan lingkungan. Hal tersebut dapat kita mulai dari hal yang sederhana, seperti mendaur ulang pemakaian kertas dengan menggunakan kertas secara bolak-balik, lebih memampatkan margin kertas, atau hal lain yang Anda temukan sendiri. Yang penting, kita memiliki tekad yang kuat untuk menjaga kelestarian Bumi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar