Rabu, 15 Maret 2017

Mengapa Produk Keluaran Apple Semakin 'Membesar' ?


Siapa yang tidak mengenal Apple Inc. Perusahaan multifungsional yang berpusat di Silicon Valley, Cupertino, California ini adalah perusahaan besar yang bergerak dalam bidang perancangan, pengembangan, dan penjualan barang-barang yang meliputi elektronik konsumen, perangkat lunak komputer, serta komputer pribadi. Memiliki Steve Jobs sebagai penggagasnya, jelas Apple kini sudah meluas bahkan dikenal seantero jagat.



Kini, sudah banyak produk Apple yang dimiliki semua orang. Satu hal yang semakin menarik dari Apple adalah size dan ukuran brandnya yang terus meluas hari demi hari. Mengapa bisa begitu? Kami pun berusaha menebak alasan dibaliknya.

Sejak kemunculan iPhone 6 dan 6 Plus, Apple fanboy harus mulai membiasakan diri untuk mengaktifkan kedua tangannya untuk berinteraksi dengan gadget tersebut. Atau, tetap menggunakan satu tangan dengan penyesuaian yang tak sebentar. Banyak yang merasa nyaman dengan perubahan ini, tapi juga ada yang memprotes.

Menurut kami, fenomena membesarnya ukuran produk Apple sepertinya bukan karena identitas mereka di pasaran mulai tergoyahkan, namun lebih mengarah pada strategi berkompetisi jangka panjang.

Sebagian orang sudah merasakan sendiri nikmatnya layar sentuh yang lebar dari produk Samsung dan produsen lainnya. Selain bisa memaksimalkan fungsi dari hardware yang telah disediakan, pengguna - terutama yang sudah berumur - tentu akan sangat terbantu dengan tampilan huruf dan ikon yang lebih besar, berkat layar gadget yang lebih luas. Apalagi konsumen seperti itu umumnya sudah mapan secara finansial, menjadi pasar yang menggiurkan tentunya untuk disasar dan direbut oleh Apple.

Menurut jasa pembuatan company profile, idealisme Apple dalam meluncurkan produk yang ukurannya ramah dengan saku celana beberapa tahun ke belakang berdampak pada melejitnya penjualan Samsung di pasaran. Target konsumen Apple pun tak sedikit yang beralih pada produk lain yang bisa memanfaatkan celah yang lama dibiarkan menganga ini oleh Apple.

Jadi, dengan adanya strategi memperbesar dimensi, Apple seakan dengan lantang berteriak pada konsumennya, "apabila yang Anda butuhkan cuma ukuran besar, kami bisa menyediakannya. Jangan lari!"

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya perubahan haluan semacam ini tidak terlalu merugikan untuk Apple. Dikarenakan Apple telah sukses dengan ukuran 'normal' produknya, maka tidak ada salahnya mencoba peruntungan dengan memunculkan ukuran yang tidak wajar sembari menyaingi kompetitor.

Bagaimana menurut Anda? Ini hanya hipotesa dari kami perihak fenomena ini, apakah Anda memiliki hipotesa lain perihal hal ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar