Rabu, 22 Maret 2017

Yes, Ternyata Seorang Desainer Grafis Itu Tidak Harus Bisa Menggambar


Selalu ada jalan untuk menggapai mimpi dan bisa menggambar ternyata bukanlah satu-satunya cara untuk menjadi desainer grafis profesional. Jika selama ini Anda berpikir tentang menggambar adalah salah satu cara menjadi seorang desainer grafis, maka kini asumsi tersebut salah.



Nancy Cleary, seorang art director di Wyatt-MacKenzie Publishing, Inc menyatakan bahwa modal utama menjadi desainer grafis bukanlah menggambar, karena kini industri kreatif sudah terbuka luas dengan bermodalkan keahlian, keterampilan dan kreativitas, sedangkan menggambar adalah satu dari sekian percen hal utama dari desain grafis.

Dilansir situs Skystar Digital, menurut Nancy Cleary ada beberapa hal yang bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan menggambar bagi desainer grafis ini. Simak informasinya dibawah ini.

1. Cukup dengan Sketching

Saat pertama kali duduk di bangku kuliah, Nancy langsung minder. Nancy mengaku bahwa ia baru bisa mensketsa, padahal kemampuan menggambar teman-temannya sudah sangat jauh di atas Nancy. Ia pun akhirnya harus belajar lebih tekun dan giat untuk mengejar ketertinggalannya.

Secara umum mungkin membuat sketsa adalah jalan keluar bagi Anda yang tidak bisa menggambar, namun lebih dari itu, kill menggambar bukanlah segalanya, yang terpenting, seorang desainer grafis harus memiliki konsep yang matang, meskipun hanya sebatas sketsa.


2. Bersahabat Dengan Komputer

Syukurlah, pensil dan kertas bisa tergantikan oleh kehadiran komputer, dewasa ini. Bersyukurlah kembali karena software untuk mengeksekusi grafis yang sudah ada sekarang ini sangat memudahkan kerja para desainer, termasuk bagi desainer yang kemampuan menggambarnya tergolong rendah.

Ketergantungan desainer terhadap program komputer memang tinggi. Tak heran, kemampuan hand-drawing sudah sering dikesampingkan. Namun, komputer bukan satu-satunya senjata desainer grafis. Faktanya, desainer grafis yang sukses adalah mereka yang juga mampu menggabungkan ilmu dan pengalamannya untuk melahirkan desain yang dinamis dari sebuah sketsa semata.

3. Jika Membutuhkan, Minta Bantuan Yang Sudah Ahli

Dalam industri desain, kerjasama antar spesialis, seperti ilustrator, tipografer, fotografer, dan sebagainya, sangat dibutuhkan. Jangan kaget jika nantinya Anda menemui proyek 'tawuran', alias proyek yang lahir dari buah tangan dan pikiran milik beberapa ahli di industri desain.

Nah, kalau Anda sadar bahwa Anda memiliki kelemahan dalam menggambar, jangan malu untuk mengharap tenaga bantuan dari ilustrator. Apalagi jika Anda menjabat sebagai art director, kepemimpinan dan kerjasama tim Anda akan sangat berguna. Tak cuma membuat, desainer grafis secara naluriah harus mampu menggabungkan beragam elemen dari berbagai sumber daya yang ada.

Jadi, jangan padamkan cita-cita Anda sebagai desainer grafis hanya karena Anda tidak bisa menggambar. Ingat pepatah sederhana yang sering kita dengar, bahwa ketekunan bisa mengalahkan bakat. Keep moving, dan asah bakat Anda dalam desain grafis, meskipun kemampuan menggambar Anda dibawah standar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar