Kamis, 30 Maret 2017

Yuk Jadi Seorang Superhero Berkat Portofolio


Portofolio, bagi pekerja kreatif, adalah kunci menuju gerbang industri. Dalam media inilah semua orang bisa melihat siapa Anda dan apakah Anda pantas memegang project besar dilihat dari seberapa menariknya portofolio Anda. Tunjukkan kalau Anda sudah siap terjun di dunia profesional dengan portofolio yang impresif.


Entah untuk melamar pekerjaan yang sudah Anda idam-idamkan atau sekedar menjalani proses seleksi magang untuk mencari pengalaman, peran portofolio menjadi terlalu penting bagi perusahaan atau studio desain untuk menyeleksi pelamar yang datang berbondong-bondong. Kebanyakan dari mereka bahkan cenderung menganaktirikan tahap wawancara atau latar belakang pendidikan, jika portofolio Anda dirasa sudah sesuai dengan apa yang mereka butuhkan.

Itulah mengapa menjadi berbeda dan terlihat lebih sempurna – bagaikan superhero – di antara kompetitor Anda sangat perlu. Bagaimana caranya membuat portofolio yang 'superhero'? dilansir situs jasa desain grafis yaitu Skystar Digital, ini caranya yang mungkin bisa Anda jadikan patokan.


1. Best of the Bests

Ketika mengompilasi portofolio, pastikan hanya karya-karya terbaik dan bisa Anda banggakan saja yang ditampilkan. Khusus bagi desainer yang belum memiliki jam terbang tinggi, tunjukkan saja tugas yang sudah Anda selesaikan di bangku sekolah atau kuliah dengan nilai A. Sayangnya, hal yang sama tidak berlaku bagi desainer profesional. Jangankan tugas dari guru atau dosen, proyek sekedar iseng saja terhitung kurang layak untuk dicantumkan dalam portofolio. Lebih baik, tunjukkan hasil kerja Anda ketika bekerja dengan klien sebelumnya untuk menegaskan diri bahwa Andalah yang sedang mereka cari.

2. Sisipkan Kisah

Akan lebih menyenangkan jika tiap bagian dari portofolio Anda menyimpan cerita tertentu di dalamnya. Sampaikan hal unik yang Anda alami, seperti untuk apa dan siapa desain tersebut dibuat, dibalik sebuah desain. Kisah seperti itu bisa membantu penilaian karakter Anda lebih baik tentang bagaimana Anda berpikir kritis dan berusaha keras untuk memenuhi kebutuhan klien Anda.

Jika Anda tidak bisa melakukan interaksi verbal secara langsung karena kondisi tidak memungkinkan, sisipkan saja secuil deskripsi tentang proyek tersebut. Yang penting, Anda bisa menunjukkan sevital apa desain tersebut dan kontribusi Anda dalam prosesnya.

3. Jangan Merepotkan

Kewajiban sebuah portofolio adalah 'menjual' Anda sebagai profesional, maka dari itu, mudahkan orang-orang ingin Anda perlihatkan portofolio Anda. Pentingnya alur dan navigasi informasi dalam portofolio bisa menggambarkan secara implisit bagaimana karakter Anda sebagai komunikator.

Kasus yang kerap terjadi hingga saat ini adalah ketika pelamar kerja mengirimkan portofolio dalam bentuk soft file dengan ukuran lebih dari 30mb. Solusi sederhananya adalah dengan membuat portofolio online di Behance atau website Anda sendiri. Dengan hanya mengirimkan sebaris link, Anda bisa menyelamatkan reputasi Anda dari kegagalan melamar pekeraan karena Anda dianggap merepotkan.

4. Spesifikasikan

Terkadang, ada beberapa proyek yang berhasil Anda selesaikan namun tidak ingin Anda sentuh lagi. Oleh sebab itu, jangan sampai menampilkan hasil kerja Anda di proyek tersebut pada portofolio agar calon perusahaan atau studio desain yang sedang Anda tuju tidak mengira Anda mempunyai ketertarikan untuk mengerjakan tugas yang serupa. Dengan kata lain, fokuslah pada jenis pekerjaan yang Anda tuju. Misalnya, ketika Anda adalah desainer yang memiliki spesialisasi pada visual identity branding, hiasi portofolio Anda dengan proyek yang berhubungan dengan itu.

Itulah beberapa hal yang mungkin bisa menjadi trik untuk Anda para desainer yang ingin memiliki portofolio luar biasa. Selalu jadikan portofolio sebagai patokan bahwa Anda desainer yang profesional, kreatif dan memiliki nilai jual tinggi dengan jasa yang Anda tawarkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar