Minggu, 05 Maret 2017

Tips Dan Info Bagaimana Caranya Mengubah Klien Biasa Menjadi Klein Tetap


Menjalani profesi sebagai freelancer, baik itu freelance writer, coder, designer, or something else, tidak pernah lepas dari klien, karena dari merekalah profesi Anda tetap berjalan dan bisa bersaing dengan freelance lainnya.



Pastinya, income freelance ini berbeda dari mereka yang bekerja dibawah naungan sebuah perusahaan, maka tidak sedikit orang juga yang menjalani peran ini mati-matian mencari klien agar pekerjaan mereka bisa berlangsung cukup lama. Jika dalam satu bulan saja freelancer tidak mendapatkan project dari klien, maka bisa dipastikan seorang freelancer terpaksa menginjak rem untuk menjalani hidup dengan normal. Atau dengan kata lain, freelancer tersebut harus melakukan penghematan disana – sini.

Maka dari itu, agar income menjadi relatif normal, maka seorang freelance maupun mereka yang menyediakan jasa pembuatan company profile harus bisa menerapkan hal-hal utama pada klien agar mereka bukan menjadi klien selingan, namun klien tetap. Bagaimana caranya? simak ulasannya dibawah ini.


Be Their Friend

Komunikasi yang baik antara seorang freelancer dan klien, perlu dibangun agar hubungan yang terjalin antara keduanya lebih dari sekedar hubungan kerja. Lebih dari itu, kita bisa menjadikan klien kita sebagai teman atau bahkan sahabat kita. Usahakan, Anda bisa menjadi teman mereka yang bisa menampung keluh kesah khususnya soal pekerjaan yang berhubungan dengan profesi Anda. Luangkan waktu juga untuk bertatap muka, agar tidak ada perasaan kaku, karena klien haruslah merasakan dampak baik dari hubungan kerja Anda tersebut.

Know What your Client Likes

Dalam berkomunikasi, ketika dua orang atau lebih menjalin pertemanan, salah satu faktor penyebabnya adalah mereka mempunyai kesamaan dalam hal hobby. Misalnya, suka nge‐band, memancing, surfing, atau hal – hal lainnya. Dengan menggali hobi klien, kita mendapatkan kesempatan lebih besar untuk memulai small talks, untuk kemudian terbangun kesamaan pemikiran.

Hal ini perlu dilakukan agar small talks tidak membosankan. Jika small talks yang dibangun membosankan, klien akan merasa terganggu dengan obrolan – obrolan yang terbangun. Lain hal nya jika small talks diawali dengan hal – hal yang disukai oleh klien, maka small talks terkadang bisa berubah menjadi sebuah project.

Be A Consultant

Bekerja dalam bentuk per project maupun per jam, menjadikan seorang freelancer tidak lebih dari sekedar “pegawai” yang berangkat ke kantor pagi pulang sore. Pekerjaan ini walaupun tidak terikat waktu, cukup membosankan, dan reward atas pekerjaan pun dalam standar “normal” saja. Lain halnya jika freelancer tidak bekerja selayaknya tenaga outsource, melainkan bekerja sebagai konsultan.

Sebagai konsultan, freelancer akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain ikut menentukan project apa yang harus diputuskan oleh klien untuk kemudian dikerjakan baik oleh freelancer. Keuntungan lainnya adalah, freelancer dapat dengan mudah menaikkan harga dari jasa yang dijual, lebih dari sekedar melakukan pekerjaan writing, coding, designing, atau yang lainnya.


Perbedaan utama dari pekerjaan outsource freelancer dibandingkan dengan freelancer yang bersifat konsultan, seorang konsultan menawarkan solusi – solusi, sedangkan outsource freelancer hanya mengeksekusi perintah dari klien. Sebagian freelancer memang cocok hanya menjadi eksekutor perintah klien. Namun, jika memungkinkan untuk menjadi seorang konsultan, kenapa tidak? Toh, menjadi seorang konsultan lebih menyenangkan, baik dari sisi tantangan pekerjaan, maupun reward yang didapatkan.

It’s An Easy Thing To Do, Just Do It! Mengubah klien biasa menjadi klien tetap, ternyata mudah saja, bukan? Beberapa langkah praktis diatas jika dilakukan dengan kontinyu, akan mengantarkan seorang freelancer pada kehidupan yang lebih baik. Kuncinya adalah : dilakukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar