Kamis, 19 Januari 2017

Inilah 5 Pertanyaan Utama Dalam Membuat Logo Perusahaan


Logo yang baik adalah logo yang bisa langsung dikenali dalam sekejap. Logo-logo yang baik juga harus memiliki impresi yang bertahan lama untuk beberapa hingga puluhan tahun ke depan.
Sebagai contoh, sebut saja Logo Nike dan Apple dimana kedua brand tersebut memiliki desain yang sangat unik, mudah diingat dan bertahan lama.


Logo-logo ini secara instan dan konsisten menggambarkan apa kegunaan logo sebenarnya yaitu untuk memberikan identitas brand perusahaan, mampu menonjol dan mampu membuat pelanggan tertarik hingga akhirnya jadi membeli produk perusahaan tersebut.

Kita semua tahu logo mana saja yang bagus, tapi tidak semua orang tahu bahwa kesulitan dalam membuatnya. Terkadang, client meminta dibuatkan logo dari jasa desain logo dengan beragam pertanyaan-pertanyaan rumit yang justru malah merepotkan desainer.

Sebagai sebuah pembelajaran, berikut ini adalah beberapa pertanyaan-pertanyaan yang biasanya dilontarkan oleh para client, dan Anda sebagai seorang desainer harus menjawabnya.



1. Apa Jenis Logo Saya

Ada beberapa jenis logo yang harus Anda ketahui. Kesemuanya terbagi dalam 4 kategori logo, diantaranya :


  • Wordmarks adalah kumpulan kata atau huruf yang berdiri bebas sebagai bentuk logo, a.k.a logotypes. Beberapa perusahaan yang mempunyai tipe logo seperti ini adalah eBay, IBM, CNN, dan Google. Jadi logo tidak harus selalu berbentuk simbol emblem.



  • Letterform adalah logo yang terbentuk dari dari satu huruf yang biasanya agak dimodifikasi agar punya ciri khas tersendiri. Contoh perusahaan yang menggunakannya adalah Honda, Uber, Unilever, Beats dan McDonalds.



  • Pictorial logo merupakan logo yang dibentuk dari suatu ilustrasi simbol. Contohnya adalah Apple, Starbucks. Twitter dan Playboy.



  • Abstract logo meruapakan logo yang tampak tidak mempresentasikan apapun namun tetap dikenali. Contohnya adalah Nike dan Adidas.


Jika client bertanya jenis logo, cobalah menjawabnya dengan mendeskripsikan jenis-jenisnya dengan mengambil contoh beberapa brand ternama.

2. Apa Warna Terbaik Untuk Logo Saya?

Pilihan warna akan sangat penting dalam membuat logo. Salah satu cara terbaik untuk membedakan perusahaan anda dengan perusahaan kompetitor adalah dengan mengatur warna dan komposisinya dalam logo yang dibuat.

Akan lebih baik jika anda memilih warna yang sama sekali tidak dipakai oleh kompetitor. Namun hal ini juga tergantung dengan ilmu psikologi warna yang sangat menentukan image perusahaan. Jangan memilih warna yang bertentangan dengan identitas perusahaan. Contohnya warna merah yang enerjik, kuning yang ceria, hijau yang alami hinga biru yang tenang.



3. Berapa Biayanya

Ini adalah pertanyaan paling umum dari client yang sering diontarkan. Untuk menjawabnya, Anda bisa mendeskripsikan tarif sesuai yang berlaku saat ini. Kembali ke sisi client, harga biasanya menjadi kendala yang sangat krusial, sebaiknya Anda jangan memilih desainer yang mematok biaya terlalu murah, pastikan anda mengetahui karya-karya yang mereka hasilkan dan sangat kompeten di bidang desain grafis.

4. Dimana Saya Harus Menempatkan Logo Perusahaan ?

Mungkin pertanyaan yang lebih tepat adalah “dimana seharusnya logo saya untuk tidak dipakai?” karena secara jelas kamu ingin menaruhnya di berbagai media. Untuk media online, kamu harus memastikan tampilan logo akan tetap terlihat baik mulai dari website sendiri, kampanye iklan, hingga di akun media sosial milik perusahaan.

Untuk media non-digital, pastikan logo bisa ditempatkan di media seperti pintu masuk, kartu nama, kemasan produk, seragam dan diatas stationary perusahaan.

5. Apakah Terlalu Dini Untuk Mengkhawatirkan Tampilan Logo Hingga 10 Tahun ke Depan?

Ini bukan sesuatu yang cukup rumit sebenarnya jika anda sudah mempunyai logo yang baik dari awal. Mari berkaca pada logo Apple, Google atau produsen ban Michelin yang hanya perlu membuat modifikasi minor pada logo yang lama namun tetap terlihat fresh ketika diredesain. Hal ini dikarenakan ide dan konsep utama dari logo tersebut sudah tetap dan baku.



Jadi desain yang baik sebenarnya bukan desain yang harus merubah total semuanya namun desain yang bisa mengakomodasi ide utama dari pendahulunya. Kecuali, desain yang lama memang berasal dari logo yang tidak baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar